いらっしゃいませ

.........SELAMAT DATANG........

Jumat, 29 Januari 2010

Tokoh Pemersatu Jepang


Dalam pergolakan menjelang dekade abad keenam belas, Kekaisaran Jepang menggeliat dalam kekacau-balauan ketika keshogunan tercerai-berai dan panglima-panglima perang musuh berusaha merebut kemenangan. Benteng-benteng dirusak, desa-desa dijarah, ladang-ladang dibakar.
Di tengah-tengah kehancuran ini, muncul tiga orang yang bercita-cita mempersatukan bangsa Jepang. Nobunaga yang ekstrem, penuh karisma, namun brutal; Ieyasu yang tenang, berhati-hati, bijaksana, berani di Medan perang, dan dewasa. Namun kunci dari tiga serangkai ini adalah Hideyoshi, si kurus berwajah monyet yang secara tak terduga menjadi juru selamat bagi negeri yang porak-poranda ini. Ia lahir sebagai anak petani, menghadapi dunia tanpa bekal apa pun, namun kecerdasannya berhasil mengubah pelayan-pelayan yang ragu-ragu menjadi setia, saingan menjadi teman, dan musuh menjadi sekutu.

Candi

Candi Prambanan

Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antaraPropinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.
Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.


Candi Borobudur

 

Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

Mozart Violin Concerto 5



Dengarkalah alunan musik klasik yang satu ini. Musik yang diciptakan oleh Mozart ini sangat memukau....seolah olah kita terbawa dengan alunannya yang begitu fantastis. Ada kalanya lembut ada kalanya keras dengan tempo yang cepat, pokoknya luar biasa deh.......






NHK World


     Kabhar gembira bagi rekan-rekan yang ingin belajar bahasa Jepang secara online, dapat menggunakan fasilitas NHK World. Disana tersedia percakapan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Ada penjelasannya juga dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dibahas pula mengenai onomatope atau suara-suara yang berasal dari bunyi-bunyian atau menggambarkan situasi tertentu.

Kamis, 28 Januari 2010

Bunga

Aku seorang laki-laki
Tak peduli dengan bunga
Meski itu ada di depan dahi
Ku lihat bagai benda yang nista

Bunga bukan untuk pria sejati
Bunga hanya untuk wanita
Aku tidak suka bunga
Bunga hanya untuk kaum jelita

Ku teringat kata-kata
Cintailah yang engkau tak sukai
Aku tak suka bunga
Kini aku mulai mencintai

Aku tetap pria sejati
Meski aku mulai suka
Aku ingin ada yang menemani
Di dunia yang semakin tua

Sabtu, 23 Januari 2010

Tai Chi Master



    Dari kecil saya sangat suka menonton film China ngamuk, dari film yang di bintangi Bruce Lee, Jacky Chan, sampai yang paling saya gemari akhir-akhir ini adalah film yang dibintangi oleh Jet Lee. Kita lihat aksinya saat memasuki benteng pertahanan musuh dalam filmnya yang berjudul Tai Chi Master. Dia benar-benar masternya Taichi



Hana





     Lagu yang satu ini juga diperdengarkan oleh Kaneda Sensei, saat pelatihan di Kota Kembang Bandung, Lembang. Suasana yang begitu dingin mencekam, penuh kekawatiran, esok masih sanggupkah aku bertahan. Begitu banyak tekanan-tekanan yang diberikan untuk menempa mental ku yang terbuat dari tempe. Aku terus bertahan hingga aku dapat menikmati indahnya negeri Sakura. Lagu Hana yang selalu menemaniku saat aku merasakan keletihan yang luar biasa.........


Jumat, 22 Januari 2010

Shima Uta

     Lagu ini bila terdengar oleh ku, memori kenangan yang tak akan pernah ku lupakan akan muncul kembali. Aku merasakan pelatihan selama di Kota Lembang untuk persiapan keberangkatan ku ke Jepang masih terasa dan terngiang-ngiang di telinga dan di hatiku..........aku angkatan 22 IMM Japan yang berjumlah 90 orang.......


Pada waktu itu setiap hari jam 5 subuh, di saat ayam belum berkokok kami sudah harus berada di lapangan olahraga lengkap dengan seragamnya. Bila terlambat terkena sangsi jalan jongkok keliling lapangan......... 
Kabutpun belum kembali ke persembunyiannya, pelatih kami sudah memberi aba-aba untuk lari pagi. Rasanya jiwa kami belum bersatu, masih berada di awang-awang. Kami melakukan lari pagi antara sadar dan tidak sadar. Rasanya jiwa ku masih berada di atas tempat tidur. 


Setelah berolah raga aku dan peserta lainnya bergegas untuk mandi. 

Untungnya kamar mandinya banyak....Coba kalo cuma ada satu....antri-antri deh.....cape deh....
Setiap hari kami makan ama ayam (eh... maksud saya ama daging ayam). Setelah sebulan lamanya perut terasa mual, kepala pening bila melihat daging ayam. .
       ....Daging ayam lagi...daging ayam lagi....
                              kumaha eta naoun......
Tapi mau tidak mau tetap aja kami santap tuh daging. Selesai olah raga tepat jam 7.00 pagi kami sudah harus berada di dalam kelas untuk mengikuti pelajaran Bahasa Jepang.....Nah di dalam kelas ini lah lagu Shima Uta dari Okinawa selalu diperdengarkan dan dinyanyikan oleh kami semua selama 3 bulan......ngerembes-ngerembes deh tuh lagu ke dalam memori otak.....


Jangan coba-coba diperdengarkan di dekat telinga saya.....don't try at close my ear...

Rabu, 20 Januari 2010

Restorasi Meiji

Langkah-langkah Pemerintah Jepang Dalam Restorasi Meiji


Pertama
Penghapusan golongan samurai dan tembok pemisah antara golongan petani, tukang, dan pedagang.


Kedua
Diadakannya pendidikan wajib dan bebas bagi seluruh rakyat selama 4 tahun dan dibukanya berbagai macam dan tingkat sekolah, hingga tingkat universitas.

Ketiga
Sikap Jepang untuk lebih berorentasi kepada kekuatan sendiri dari pada bantuan luar negeri.

Keempat
Diadakannya sistem wajib militer melalui undang-undang pada tahun 1872.

Kelima
Perubahan sistem perpajakan, yang oleh sementara kalangan di Jepang dianggap tindakan yang
palingfundamental dalam proses medernisasi Meiji.